Yuk, Digital Detox dengan Mengunjungi Desa Menawan di Batu Malang !

Digital Detox

Yang jauh jadi dekat begitupun sebaliknya. Pasti kamu pun pernah merasakan dan serng melihat orang yang sedang berkumpul tapi ia malah asyik dengan gadget atau smartphone-nya sendiri. Atau jangan-jangan itu kamu ? Hal ini pun berlangsung ketika liburan, bukan menikmati objek wisatanya tapi keasyikan berbagi foto dan video ke media sosial. Di era teknologi seperti sekarang, kegiatan apapun pasti mengandalkan gadget. Nah, kali ini beranikah berlibur dengan gaya digital detox ? Liburan ke tempat yang tanpa signal dan tanpa membawa gadget. 

Di Malang dan Batu,  kamu bisa berlibur dengan gaya digital detox dengan mendatangi beberapa desa terpencil atau wisata. Meskipun di sana ada beberapa desa bisa mendapatkan signal. Namun, kamu tetap tidak boleh membawa atau mengaktifkan gadget khususnya gawai atau smartphone.  Sebelum pergi, ada beberapa yang harus kamu siapkan apalagi jika hal itu berhubungan dengan teknologi atau gadget. Salah satunya adalah memesan transportasi. Agar lebih efisien sebaiknya pesanlah tiket pesawat Sriwijaya menuju Malang agar cepat sampai. 

Berikut ini desa-desa di Malang yang bisa kamu sambangi saat berlibur dengan gaya digital detox, di antaranya :

1. Kampung Kungkuk

Kampung Kungkuk

Tinggalkan gawai dan nikmati suasana alam yang masih asri dan hiruplah udara yang masih sejuk dan segar di Kampung Kungkuk. Kampung Kungkuk ini berada di Desa Punten Kecamatan Bumiaji. Kampung Kungkuk diapit oleh dua gunung yakni Gunung Panderman dan Gunung Arjuno. Perjalanan dari Bandara Abdul Rachman Saleh ke Desa Punten kurang lebih satu jam lebih. Akan lebih baik jika kamu pun bisa menginap di rumah warga yang ada di Kampung Kungkuk tetapi jika tidak kamu dapat mencari hotel Batu Malang yang bisa kamu temukan dengan mudah. Kampung Kungkuk dihuni oleh 635 penduduk yang memiliki mata pencaharian kebanyakannya adalah petani. Jika di Kota kamu akan kesulitan menemukan pemandangan pohon pinus yang berjejer lebat,  lembah dan pegunungan. Belum lagi warga-warganya yang ramah setiap bertemu saling bertegur sapa. Di Kampung Kungkuk kamu bisa belajar berbagai kesenian seperti tarian Bambu Gila, kuda lumping, dan tarian Santar. Tak suka dengan kesenian, mungkin kamu akan suka dengan sekolah alam di Kampung Kungkuk dimana kamu akan diajarkan cara bertani seperti menanam apel, jeruk, dan sayur-sayuran serta merawatnya. Bahkan kamu bisa mecoba trail dan menelusuri hutan-hutan pinus, perbukitan dan pegunungan yang ada di sekitar Kampung Kungkuk. Untuk menikmati keindahan Kampung Kungkuk dan menyukseskan gaya liburan digital detox kamu cukup merogoh kocek Rp 65.000,- dan kegiatan lainnya hanya menambah Rp 15.000 per pack. 

2. Desa Ngadas

Desa Ngadas

Sebelum membeli tiket pesawat Sriwijaya ke Malang, pastikan kamu membeli di agen atau layanan yang terpercaya ya! Desa selanjutnya yang bisa kamu kunjungi yakni Ngadas. Dari Desa Ngadas ini kamu bisa melihat panorama puncak Gunung Semeru yang selalu mengeluarkan asap dari puncaknya. Desa Ngadas berada di ketinggian 1.250 mdpl dan berada di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Jika mendapatkan hotel Batu Malang, kamu dapat menginap di homestay yang sudah disediakan warga. Di homestay sudah disediakan alat pemanas sehingga kamu tidak akan kedinginan meskipun saat malam hari suhu di desa ini nyaris  mendekati nol derajat. Berbagai wisata alam dan budaya bisa kamu coba selama berada di Desa Ngadas. Misalkan saja tracking ke Coban Trisula, Coban Pelangi, dan Ranu Pani atau menyaksikan Upacara Kasada yang diadakan setiap tahun pada hari ke-14 di bulan Kasada (Jawa). Upacara ini dilakukan sebagai rasa syukur atas hasil panen yang melimpah. 

3. Desa Gubugklakah

Desa Gubugklakah

Desa Gubugklakah pernah mendapat juara ke-3 sebagai Desa Wisata Nasional. Jika membeli tiket pesawat Sriwijaya dari Bandara Soekarno Hatta kamu harus menuju terminal 2F. Setibanya di Bandara Malang, kamu harus menmpuh jarak 34 kilometer dengan menuju kawasan Tuoang dan melewati Jalan Raya Bokor. Patokan Desa Gubugklakah yakni gerbang TNBTS. Di desa ini kamu bisa melihat proses pemerahan susu sapi di Nusa Pelangi. Nusa Pelangi merupakan agrowisata sapi perah modern, sehingga susu yang dihasilkan lebih cepat dan higienis. Dari Nusa Pelangi, kamu dapat melihat keindahan Coban atau air terjun Bidadari dengan hanya membayar tiket Rp 10.000,- Dari gerbang masuk kamu harus berjalan melewati tanah yang masih penuh bebatuan dan menuruni dan menaiki beberapa anak tangga. Kurang lebih kamu harus berjalan sekitar 25 hingga 35 menit tergantung kecepatan kamu berjalan. Sepanjang perjalanan banyak warung-warung yang menjual berbagai minuman dan kudapan. Sehingga kamu dapat mengisi energi. Setelah tiba, kamu harus menahan untuk berenang bahkan mendekat. Air terjun Bidadari memiliki tinggi 30 meter, debit airnya cukup deras sehingga pengunjung hanya boleh berdiam di batas yang sudah ditetapkan. 

Nah, semoga dengan mengunjungi tiga desa di Malang ini kamu bisa mulai membiasakan diri tidak terlalu bergantung dengan gawai atau gadget ya ! Selamat berjuang ! 
Previous
Next Post »
Thanks for your comment